Berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran, Sragen

Museum Sangiran Kisah Foto_01
Beberapa waktu lalu saya dan keluarga berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran atau yang sering disebut sebagai Situs manusia Purba Sangiran yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Tumben Kisah Foto kagak ke pantai, tapi ke museum? Yah, sekali-kali kita perlu mengunjungi obyek wisata museum untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita Just kidding. Di Museum Purbakala Sangiran kita akan bertemu nenek moyang om Darwin mempelajari teori evolusi manusia yang dikemukakan oleh Darwin dan disiguhi fosil-fosilnya. Menurut om Darwin, manusia berasal dari kera yang kemudian ber-evolusi menjadi seperti sekarang ini setelah memakan waktu ribuan tahun… Jujur saja, saya bukan penganut teori Darwin ya, tapi saya merasa perlu mengunjungi Museum Purbakala Sangiran ini untuk menambah wawasan. Barang kali yang berasal dari Kera cuma om Darwin saja, saya nggak Smile with tongue out.
Perjalanan menuju Museum Purbakala Sangiran yang berlokasi di Sragen ini terasa panjang dan melelahkan, padahal kami dari Boyolali yang sebenarnya tak terlalu jauh, mengapa? Pertama, kami salah memilih jalan, sehingga harus memutar dan menambah jarak tempuh. Kedua (yang ini apes), kami ketemu rombongan kampanye partai politik… Suduah bisa dibayangkan betapa berisiknya dan lambatnya mereka… Rolling on the floor laughing. Setelah sampai di Museum Purbakala Sangiran, kita akan disambut oleh patung wajah manusia purba seperti foto di atas.

Baca juga: Mencicipi Nikmatnya Kimbab, Makanan Khas Korea
Museum Sangiran Kisah Foto_02
Museum Purbakala Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. (sumber)
Museum Sangiran Kisah Foto_03
Bangunan Museum Purbakala Sangiran sudah didesain sedemikian rupa, sehingga membawa pengunjung seolah-olah berpetualang ke masa lampau dengan memasuki ruang demi ruang secara berurutan. Masing-masing ruangan di Museum Purbakala Sangiran mengusung tema tersendiri yang membawa pengunjunganya larut dalam suasana zaman purba. Setiap ruangan Museum Purbakala Sangiran dijaga oleh Satpam, jadi jangan coba-coba nyolong fosil di sana yah Smile with tongue out

Baca juga: Mengunjungi Mercusuar Pantai Pandansari Bantul
Museum Sangiran Kisah Foto_04
Museum Purbakala Sangiran tak hanya menyajikan fosil manusia purba saja, tetapi juga binatang purba, seperti foto di atas… Kira-kira hewan apa yang fosilnya mejeng di foto atas? Ya, foto di atas adalah fosil nenek moyangnya gajah yang sering disebut dengan nama Mammoth… Ingat, Mammoth, bukan mami lho ya Smile with tongue out
Museum Sangiran Kisah Foto_05
Museum Purbakala Sangiran yang berlokasi di Sragen ini juga menyajikan banyak diorama yang menggambarkan suasana kehidupan manusia purba dan hewan purba. Diorama di atas menampilkan manusia purba yang telanjang… Dulu zaman purba belum ada UU pornografi ya, jadi manusia purba berkeliaran telanjang pun ndak ada terkena ancaman hukum, hehehe…Smile with tongue out

Baca juga: Ayam Bakar Tampar vs Nasi Bakar Tampar
Museum Sangiran Kisah Foto_08
Diorama di atas menampilkan adegan seorang ibu yang sedang duduk dan menyusui, sementara satu orang di sampingnya membawa hasil buruan untuk makan. Jaman dulu nggak ada yang jualan Burger, rumah makan padang, angkringan, atau Fried Chicken di pinggir jalan, makanya manusia purba terpaksa berburu dulu biar bisa makan, hehehehe… Smile with tongue out
Museum Sangiran Kisah Foto_06
Koleksi fosil Museum Purbakala Sangiran di Sragen ini cukup banyak, mulai dari fosil manusia purba, hewan purba, alat-alat yang digunakan manusia purba, dan banyak lagi. Semua dipamerkan di Museum Purbakala Sangiran dan terbagi menjadi beberapa ruangan. Hal ini membuat saya penasaran tentang apa saja yang dipamerkan di setiap ruangan. Beberapa fosil ada yang diletakkan begitu saja, dan beberapa lainnya dtempatkan di dalam lemari kaca.
Museum Sangiran Kisah Foto_09
Foto di atas menerangkan teori evolusi manusia purba ke manusia modern yang dikemukakan oleh om Darwin. Di bawah gambar evolusi manusia, terdapat fosil tengkorak manusia yang disurutkan berdasarkan tahapan evolusinya. Pertanyaannya, apakah pembaca termasuk penganut teori evolusi Darwin ini? Saya sih enggak… Kan pendapat orang beda-beda Smile with tongue out.

Baca juga: Menikmati Keindahan Kebun Teh di Kemuning, Karanganyar
Museum Sangiran Kisah Foto_07Satu pengetahuan yang saya dapat dari Museum Purbakala Sangiran ini adalah bahwa perasaan “Galau” ini sudah dialami oleh manusia purba!! Nggak percaya? Lihat saja foto di atas, manusia purba sedang galau karena gagal berburu untuk makan… Kini manusia modern kembali ke zaman purba, terutama buat mereka-mereka yang sering galau, hehehehe… Smile with tongue out
Museum Sangiran Kisah Foto_10
Terakhir, ada foto dua orang pakar sedang berdiskusi tentang teori evolusi manusia dan perilaku manusia purba, hehehe… Hot smile Seperti biasa, empunya blog Kisah Foto musti nampang di akhir postingan, hehehehe… Bagi pembaca blog Kisah Foto yang belum pernah berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran atau Situs Purbakala Sangiran yang berlokasi di Kabupaten Sragen ini, tak ada salahnya mampir untuk menambah wawasan. Sampai di sini dulu posting kali ini, semoga bermanfaat Smile.

Anda mungkin suka: Review Xiaomi Redmi 1S, Smartphone Gahar di Kelas 1,5 Jutaan

Artikel Kisah Foto Lainnya :

8 comments:

  1. Wah .. tempatnya mah nggak jauh dari kampungku sana ya.

    Museumnya terlihat bersih dan terawat rapi. Lihat gambar manusia jaman dulu jadi inget pas berada di Museum kota Vienna :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, di Sragen, hehehehe

      Museum di Vienna juga museum tentang manusia purba juga mbak? Bagus mana mbak sama Sangiran? hehehe

      Hapus
  2. Setuju sama mbak ely. Sepertinya ini nuseum terawat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, museumnya memang terawat, bersih dan selalu ramai pengunjung :)

      Hapus
  3. sering lihat di tv, tapi belum pernah kesana. Tapi heran juga kenapa pas study tour kebanyakan ke pantai, keraton jogya atau ke candi. Ni museum kok terlupakan padahal kan banyak manfaatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi beberapa orang, Museum kurang menarik mbak... padahal di dalamnya banyak hal-hal yang dapat menambah wawasan kita :)

      Hapus

Copyright © 2015 Kisah Foto | a Tuxlin Blog Networks | Partner Laptophia Blog