Pantai Pandansari, Sunyi dan Sepi…

Pantai Pandansari Kisah Foto_02
Dua minggu yang lalu saya dan keluarga mengunjungi dua pantai di wilayah Bantul, Yogyakarta, yakni pantai Pandansari dan pantai Baru. Nah pada posting kali ini saya akan membahas mengenai pantai Pandansari. Sesuai dengan judulnya, pantai Pandansari ini memang sunyi dan sepi pengunjung. Saya nggak tahu kenapa pantai Pandansari ini sepi, padahal kami mengunjunginya pas hari minggu. Secara umum memang keindahan pantai Pandansari kalah jauh dengan pantai-pantai pasir putih di Gunungkidul. Pantai Pandansari ini pasirnya hitam dan ombaknya ganasss…


Pantai Pandansari Kisah Foto_06

Lokasi Pantai Pandansari

Pantai Pandansari ini ternyata juga sering disebut sebagai pantai Patehan yang letaknya di Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta. Pantai Pandansari ini sejalur dengan pantai Samas, pantai Goa Cemara,pantai Pandansimo, dan Pantai Kuwaru. Kami berangkat dari Boyolali melalui jalur Jatinom – Klaten – Prambanan – Ring Road Selatan – Bantul. Nah ketika sudah sampai di Bantul, kita bisa ikut jalur ke arah Pantai Samas. Secara umum jalan menuju pantai ini sudah bagus dan nggak banyak tanjakan atau turunan. Tiket masuk pantai Pandansari  ini juga cukup murah, sekali bayar bisa mengunjungi empat pantai sekaligus, mantap kan? Awalnya kami agak bingung mencari lokas pantai Pandansari ini, Satu-satunya petunjuk adalah mercusuar! Yah, pantai Pandansari ini ada mercusuarnya.

Baca juga: Pantai Pok Tunggal, Surga di Gunungkidul
Pantai Pandansari Kisah Foto_04 Mercusuar ini letaknya beberapa puluh meter saja dari parkiran pantai Pandansari. Setelah sampai di lokasi, kami memutuskan untuk mengunjungi pantai Pandansari terlebih dahulu baru ke mercusuarnya. Kami agak terkejut karena mendapati pantai Pandansari ini sepi dan hanya ada empat orang saja pengunjungnya, dua orang sedang asyk berduaan dan yang dua orang pengunjung lagi sedang asik memancing. Pantai Pandansari ini agak kotor dan sepertinya kurang terawat, Meski demikian, suasana di pantai Pandansari masih dapat kita nikmati. Suara deburan ombak dan angin yang bertiup kencang akan menjadi ‘teman’ di pantai Pandansari ini.

Baca juga: Pantai Klayar dan Pesonanya…
Pantai Pandansari Kisah Foto_03 Fasilitas yang ada di pantai Pandansari ini juga tidak lengkap. Seharusnya pantai ini mendapat perhatian pemerintah agar terlihat lebih terawat. Oke di pantai ini saya tidak menggunakan pepatah “Belum ke pantai jika belum bermain ombak” karena ombvak di pantai Pandansari ini bikin saya merinding, hehehehehe… Ombaknya ganas, lebih ganas dari pantai-pantai Gunungkidul! Sejak di pintu masuk pantai Pandansari  ini sudah ada papan peringatan yang cukup besar berbunyi “Dilarang mandi di pantai. BERBAHAYA”. Semua pantai memang ada papan seperti itu, tapi setelah melihat ombak di Pandansari ini, saya kira papan peringatan tersebut memang benar, hehehehehehe….
Pantai Pandansari Kisah Foto_05

Awas Palung!

Suasana pantai Pandansari yang sepi dan sunyi membiat saya dan keluarga bisa menikmatinya dengan leluasa. Sebelumnya kami mengunjungi pantai Baru yang letaknya tak jauh dari pantai ini dan sangat ramai pengunjung… Sangat kontras dengan pantai Pandansari ini. Pasir pantai Pandansari hitam dan lembut, tapi sepertinya nggak cocok deh untuk bikin istana pasir di sini, hehehehe… oiya, konon katanya tak jauh dari pantai Pandansari ini terdapat palung, kan berabe tuh kalau main ombak terus terseret dan masuk ke palung… dipastikan wassalam…hehehe… Ternyata bukan konon lagi, ada papan peringatan yang menyebutkan bahwa pantai Pandansari dekat dengan palung.

Baca Juga: Mengunjungi Pantai Krakal & Slili Gunungkidul
Pantai Pandansari Kisah Foto_07 Nah dari pada main ombak di pantai Pandansari berbahaya, mending tidur saja di pohon kayak Bapak saya, hahahahaha… Pinggir pantai Pandansari ini memang banyak pohon cemara yang rimbun, sehingga sangat nyaman jika kita duduk di bawahnya sambil menikmati suasana dan keindahan pantai. Kalo pas sepi seperti suasana pantai Pandansari ini, enaknya sih berduaan, seperti mereka berdua di foto bawah ini, hehehehe…
Pantai Pandansari Kisah Foto_08 Asik juga tuh berdua di bawah pohon… Bisa ngegombal sambil menikmati ombak pantai Pandansari yang ganas, ehehehe…
Pantai Pandansari Kisah Foto_09

Parkir di Sini Gan!

Siapa simbah di atas? Nah jika pembaca mengunjungi pantai Pandansari dengan menggunakan motor, mending parkirnya di tempat simbah ini. Pasangan kakek – nenek ini mengais rezeki di pantai Pandansari, sang suami berperan sebagai tukang parkir dan sang istri jualan makanan kecil di warung dekat tempat parkir miliknya. Generasi muda yang ngemis, ngamen nggak jelas, atau bergaya dengan duit orang tua, harus malu sama pasangan kakek nenek ini. Usia senja di mana tenaga tak lagi kuat, kakek – nenek ini masih berjuang mengais rezeki dengan keringat, bukan sekadar minta-minta.

Baca juga: Bermain Ombak di Pantai Baron…
Pantai Pandansari Kisah Foto_01Seperti biasa, empunya blog Kisah Foto musti nampang dulu di akhir postingan, hehehehe… Sayangnya, background belakang ada orang pacaran yang tadi saya potret, hihihihi… Woke sampai di sini dulu posting mengenai pantai Pandansari, semoga bermanfaat bagi pembaca semua. Jika berwisata ke Jogja, jangan lupa mampir ke pantai Pandansari :).

Anda mungkin suka: Review Asus X200CA-KX188D Putih, Bertenaga Intel Celeron 1007U

Artikel Kisah Foto Lainnya :

16 comments:

  1. Cakep aslinya. Sayang kurang terawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, selain itu abrasi juga mengancam pantai ini :(

      Hapus
  2. wow keren ya Oma dan opa itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, saya jadi malu sama diri saya sendiri yang kadang malas bekerja, hehehe :D

      Hapus
    2. kamu khan pekerja keras ya

      Hapus
    3. Pekerja keras gimana mbak, kadang males kok, hehehe

      Hapus
  3. Wah.. Bahaya jugak ya Bang, ada palungnya :( Tapi keren, pasirnya item :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Beb, maka dari itu saya nggak main ombak kayak biasanya, hehehe... Tar kalo hanyut nggak ada yang nolongin :D

      Hapus
  4. bagus mas kayaknya, kalau di rawat seperti pasir putih dan di promosikan oleh dinas setempat mungkin bisa jadi tempat kunjungan pilihan selain pasir putih, well kunjungan pertama mas, salam kenal yuli
    http://yulieono.blogspot.com
    http://coalindomine.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, hrus mendapat perhatian lebih...

      Salam kenal :)

      Hapus
  5. Assalaamu'alaikum wr.wb, Ditya. Pemandangan pantai yang indah tetapi deras juga ombaknya. Apa ada ikan untuk dipancing dalam keadaan ombak mengganas itu ya. Mungkin ikan pari-pari yang biasa berdekatan pantai agaknya. Sayu hati saya melihat simbah dan kakek yang menari rejeki dengan begitu bersemangat sekali. Malu pada diri sendiri kalau malas-malas bekerja. Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. SITI FATIMAH AHMAD. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumssalam wr. wb.
      Ombaknya deras banget, saya yang bisanya selalu bermain ombak kalau di pantai, di pantai ini saya nggak main-main, hehehe... Nah entahlah, selama kami di sana sih belum dapat ikan, heehehe...
      kakek dan nenek ini juga menjadi motivasi saya untuk lebih rajin dan giat bekerja :)

      Hapus
  6. aseandainya pantai jakarta seperti itu ... wah gak kebayang klo pantai jakarta seperti itu bersi sejuk sunyi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya mampir ke sini gan, pantainya bagus :D

      Hapus
  7. astagaahhh liat pantainya malah jd inget film suzana y syuting d pantai gtu :P
    kayaknya sepi bngt pantainya... andai lebih terawat pasti lebih cakep :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha dilm suzana biasanya emang di pantai dengan pasir hitam, hehehehe.. Bener tuh, kurang terawat sayangnya... :)

      Hapus

Copyright © 2015 Kisah Foto | a Tuxlin Blog Networks | Partner Laptophia Blog