eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Wah, Cokelat Asli Kalimantan Barat Punya Rasa Nanas Sampai Durian? Intip Sensasi Unik Kalara Borneo!

Wah, Cokelat Asli Kalimantan Barat Punya Rasa Nanas Sampai Durian? Intip Sensasi Unik Kalara Borneo! - Halo, Sobat Kisahfoto! Buat kamu para pencinta cokelat, pernah nggak sih pas lagi ngunyah cokelat, kamu ngerasain aftertaste (rasa yang tertinggal di mulut) yang beda-beda? Kadang ada asam-asam segar, kadang ada rasa nutty (kayak kacang-kacangan), atau malah kerasa nuansa buah-buahan tropis?

Nah, sensasi mind-blowing kayak gini ternyata nggak harus dicari jauh-jauh ke luar negeri, lho! Kalara Borneo sukses meracik keunikan ini lewat cokelat single origin andalan mereka. Usut punya usut, cokelat-cokelat super premium ini dibikin dari biji kakao asli yang dipanen dari tiga daerah jagoan di Kalimantan Barat: Kapuas Hulu, Sintang, dan Sanggau. Penasaran kenapa rasanya bisa unik-unik? Sini, kita spill rahasianya!

Wah, Cokelat Asli Kalimantan Barat Punya Rasa Nanas Sampai Durian? Intip Sensasi Unik Kalara Borneo!


Tiga Daerah, Tiga Sensasi Rasa yang Bikin Melek!

Yessy Octavia R. Tuani Mangasih, sang Kepala Produksi Kalara Borneo, ngajak kita buat bener-bener nikmatin cokelat, nggak cuma sekadar digigit terus ditelan. Menurutnya, tiap gigitan cokelat itu bawa identitas daerah asalnya masing-masing.

Baca juga:Cokelat Monggo Rasa Mango & White Coffee Khas Jogja

  • Kapuas Hulu (Sensasi Asam Nanas yang Bikin Segar): Kakao dari daerah ini ternyata ditanam bareng sama pohon nanas, lho! Makanya, pas cokelatnya lumer, kamu bakal ngerasain sentuhan asam segar khas nanas di akhir gigitan. Nggak cuma manis doang!
  • Sintang (Sensasi Nutty yang Gurih): Beda lagi sama kakao dari Sintang. Kakao di sini tumbuh subur di sela-sela pepohonan karet. Hasilnya? Muncul jejak nutty (kacang-kacangan) yang super unik. Tips dari Yessy: rasain pelan-pelan biar sensasi gurih ini kerasa!
  • Sanggau (Sensasi Buah Durian yang Fruity): Nah, ini nih surganya pecinta durian! Kakao dari Sanggau hidup berdampingan sama pohon raja buah ini. So, nggak heran kalau cokelat yang dihasilkan punya karakter fruity alias nuansa buah tropis yang super rich di mulut.

Rahasia Rasa Unik? Ada di Tembawang & Fermentasi!

Kok bisa sih rasa taneman tetangga nular ke cokelat? Rahasianya ada di sistem tanam agroforestri (kebun campuran) yang sering banget dikaitkan sama sistem Tembawang (pengelolaan kebun khas masyarakat adat). Karena pohon kakao butuh naungan, pekebun nanam mereka bareng durian, pisang, nanas, sampai karet. Keberagaman inilah yang bikin biji kakao menyerap vibes rasa sekitarnya.

Nggak berhenti di sana, Yessy juga highlight kalau proses fermentasi memegang peran krusial. Biji kakao dibeli langsung dari kebun masyarakat, tapi sebelumnya diajarin standar kualitas fermentasi. Kualitas biji ini juga nentuin harga beli, lho! Jadi, sebelum digiling, ceritanya udah dimulai dari tangan petani!

Baca juga:Cokelat nDalem Jahe, Nikmat dan Hangat…

Dari Dapur Rumah, Kini Mejeng di Panggung Global!

Awalnya, Kalara Borneo cuma berawal dari eksperimen dapur rumah Mba Yohana Tamara, sang founder. Mimpinya simpel tapi mulia: ngenalin kakao Kalbar dan ngolah langsung di kampung halaman (Pontianak), nggak dibawa mentah ke luar!

Sekarang, Kalara sukses ngelibatin sekitar sepuluh anak muda lokal yang jago ngolah kakao. Bahkan, di Bangkok Climate Action Week (BKKCAW) bulan Oktober 2026 lalu, Kalara sukses dipamerin sebagai percontohan "Ekonomi Restoratif". Cokelat ini nggak cuma manjain lidah, tapi juga bantu buka pasar langsung ke petani biar kebun kakao mereka bebas dari alih fungsi jadi kelapa sawit!

Eksperimen Rasa Gokil: Ada Kopi sampai Maram Hutan!

Selain seri single origin, Kalara Borneo juga hobi bereksperimen, Bestie! Mereka memadukan bahan pangan lokal buat nyiptain varian rasa super eksotis:

  • Exotic Maram: Kombinasi cokelat dengan asam segarnya Maram, buah asli hutan Kalimantan!
  • Choco Mocha: Blend cokelat premium bareng kopi robusta lokal yang nendang.
  • Coconut Coast: Hadirin gurihnya kelapa lokal Kalbar dalam cokelat creamy.

Semua pesona ini dibungkus pakai kemasan ciamik bermotif Bunga Terong—tato tradisional pelindung khas pemuda Dayak Iban.

"Kita pengen bahwa chocolate bar yang kita jual itu punya story-nya," tutup Yessy bangga. Yup, lewat sebatang Kalara Borneo, kamu nggak cuma makan cokelat, tapi lagi menikmati cerita keringat petani, suburnya hutan, dan kekayaan ekosistem Kalimantan Barat!

Anda mungkin suka:Ayam Goreng Suharti, Kuliner Legend dan Tak Tergantikan
0

Posting Komentar