eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Nostalgia Bawa Cuan! Reuni 10 Tahun Goblin dan Reply 1988 Buktikan Memori Jadi Aset Emas TV Korea

Nostalgia Bawa Cuan! Reuni 10 Tahun Goblin dan Reply 1988 Buktikan Memori Jadi Aset Emas TV Korea - Halo, Sobat Kisahfoto! Belakangan ini industri hiburan Korea Selatan kayaknya lagi nemuin "resep rahasia" baru yang ampuh banget buat narik perhatian penonton. Alih-alih bikin remake atau maksa bikin Season 2 yang rawan merusak ending aslinya, mereka sekarang lebih milih jalur healing: Reuni unscripted (tanpa naskah) para pemainnya setelah satu dekade berlalu!

Setelah sukses bikin kita mewek berjamaah lewat reuni Reply 1988, sekarang giliran geng Goblin yang beraksi. Nggak cuma itu, Love in the Moonlight kabarnya juga bakal segera menyusul, lho. Penasaran seampuh apa tren nostalgia ini? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Nostalgia Bawa Cuan! Reuni 10 Tahun Goblin dan Reply 1988 Buktikan Memori Jadi Aset Emas TV Korea


1. Efek Magis Goblin 10th Anniversary

Tren "menjual kenangan" ini terbukti sukses besar lewat tayangan Goblin: The Lonely and Great God 10th Anniversary. Program spesial garapan tvN yang udah bisa kamu tonton di Viu ini sukses ngebawa Gong Yoo, Lee Dong-wook, Kim Go-eun, dan Yoo In-na kembali liburan bareng ke Gangneung, salah satu lokasi syuting paling ikonik di drakor tersebut.

Baca juga:Review Regantris Hotel Malioboro Jogja, Menginap Nyaman dekat Malioboro

Di sana, mereka nggak cuma tapak tilas, tapi juga asyik spill kejadian-kejadian kocak di balik layar yang selama ini nggak pernah terekspos. Puncaknya? Gong Yoo dan Kim Go-eun balik lagi ke pemecah ombak Jumunjin (Jumunjin Breakwater) buat me-recreate adegan ikonik syal merah dan bunga buckwheat! Format acaranya emang sederhana banget, tapi respons penonton? Pecah abis!

2. Rating dan Buzz Digital yang Gila-gilaan

Jangan remehin kekuatan fans yang gagal move on! Buktinya, episode perdana reuni Goblin ini sukses nyetak rating rata-rata nasional 3,3 persen (dengan puncak 4,2 persen). Program ini langsung merajai slot tayang di seluruh saluran TV kabel Korea Selatan.

Nggak cuma di TV, performa digitalnya juga brutal:

  • Menurut riset Good Data Corporation (periode 6–12 Juli 2026), reuni ini nangkring di posisi ke-2 program non-drama TV paling viral, dan jadi nomor 1 di kategori video.
  • Keempat cast utamanya nyapu bersih Top 5 figur non-drama paling banyak diomongin! Lee Dong-wook di posisi puncak (#1), disusul Gong Yoo (#3), Yoo In-na (#4), dan Kim Go-eun (#5).
  • Di Viu Indonesia, tayangan ini langsung melesat jadi drakor nomor satu paling banyak ditonton pada pekan penayangan episode terakhirnya.

Artinya apa? Reuni cast jadul ini bener-bener nyiptain momentum media yang luar biasa gila tanpa perlu repot-repot syuting Season 2.

Baca juga:Review Menginap di Brits Hotel Legian Bali, Hotel Bintang Empat yang Nyaman

3. Reply 1988 Buka Jalan, Love in the Moonlight Siap Nyusul

Sebenarnya, tvN udah lebih dulu ngetes ombak lewat Reply 1988 10th Anniversary pada Desember 2025 lalu. Liburan 2 hari 1 malam geng Ssangmundong itu sukses besar ngebuka jalan buat format reuni serupa.

Melihat cuan dan hype yang menggiurkan, stasiun TV KBS dikabarkan latah dan lagi nyiapin program ulang tahun ke-10 buat Love in the Moonlight (Moonlight Drawn by Clouds). 

Nama-nama besar kayak Park Bo-gum, Kim Yoo-jung, Jinyoung, Chae Soo-bin, dan Kwak Dong-yeon kabarnya masih dalam tahap diskusi. Kalau ini sampai deal, fix nostalgia bakal jadi pola bisnis baku (IP Management) baru di industri hiburan Korea!

4. Kenapa Nostalgia Jadi Senjata Super Ampuh?

Goblin punya modal yang susah banget dibikin sama drakor baru: keterikatan emosional selama sepuluh tahun! Serial aslinya dulu sukses nyetak rekor rating 20,5 persen. Tapi hari ini, kekuatannya bukan lagi di angka itu, melainkan di memori kolektif penonton.

Lewat tayangan reuni ini, kita dikasih sesuatu yang nggak bakal didapat walau kita re-watch dramanya berkali-kali:

  • Melihat chemistry dan hubungan pertemanan para cast di dunia nyata yang makin matang.
  • Mendengar opini jujur mereka soal karakternya dari sudut pandang saat ini.
  • Menghindari risiko akhir cerita (ending) fiksi yang dirusak oleh sekuel yang dipaksakan.

Intinya, umur sebuah drakor keren nggak cuma berhenti di episode final. Selama karakternya masih hidup di hati penonton, akan selalu ada jalan buat kembali menyapa.

Nah, buat Sobat Kisahfoto yang pengen ikutan healing jalur nostalgia bareng para Ahjussi ganteng, langsung aja streaming Goblin 10th Anniversary Trip di aplikasi kesayangan kita, Viu. Selamat baper-baperan ria!

Anda mungkin suka:Menginap di Lafayette Boutique Hotel Jogja, Serasa di Paris!
0

Posting Komentar