eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Nilai Arrasya Naik Drastis, Tasya Kamila Spill Rahasia Jago Bahasa Inggris Anak Zaman Now

Nilai Arrasya Naik Drastis, Tasya Kamila Spill Rahasia Jago Bahasa Inggris Anak Zaman Now - Siapa sih yang nggak pengen anaknya jago cas-cis-cus bahasa Inggris? Tapi nyatanya, bikin anak berani ngomong bahasa asing itu PR banget buat para orang tua. Nah, buat kamu yang lagi pusing nyari solusi, mantan penyanyi cilik sekaligus ibu muda inspiratif, Tasya Kamila, baru aja spill pengalaman nyatanya nih!

Bukan sekadar pamer nilai rapor, Tasya menceritakan transformasi luar biasa dari anak pertamanya, Arrasya Wardhana Bachtiar. Yuk, simak rahasianya di bawah ini!

Nilai Arrasya Naik Drastis, Tasya Kamila Spill Rahasia Jago Bahasa Inggris Anak Zaman Now


Dari Takut Salah Jadi Pede Maksimal

Ternyata, Arrasya yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SD dulu juga pernah ngalamin masa-masa insecure, lho. Ia kerap ragu dan takut salah pas mau nyoba ngomong pakai bahasa Inggris. Tapi semenjak ikut program di English 1 dari zaman TK, perubahannya benar-benar bikin takjub!

Baca juga:Review Regantris Hotel Malioboro Jogja, Menginap Nyaman dekat Malioboro

Sekarang, Arrasya tumbuh jadi anak yang super percaya diri buat mengekspresikan dirinya. Nggak cuma keberaniannya yang meroket, prestasi akademiknya juga ngikutin.

"Nilai bahasa Inggrisnya di sekolah awalnya C, sekarang sudah jadi A. Jadi les bahasa Inggris di English 1 itu proven banget, terbukti memang memberikan perubahan positif yang signifikan," ungkap Tasya antusias dalam sebuah diskusi pendidikan di Jakarta baru-baru ini.

Saking jagonya, Arrasya sekarang udah masuk kategori High Flyers, level khusus yang dirancang buat anak usia 7-9 tahun. Keren banget, kan?

Prestasi Arrasya ini ternyata sejalan banget sama filosofi kurikulum terbaru English 1, yaitu High Flyers 4.0. Ini bukan sekadar update buku teks biasa, gaes. Kurikulum ini adalah perombakan terbesar English 1 yang fokusnya melatih anak biar langsung siap praktik di dunia nyata.

Jadi, bayangin aja, anak nggak cuma dijejali teori grammar, tapi diajarin skill praktis harian seperti:

  • Mengenalkan diri dengan luwes ke teman baru.
  • Pede mesen makanan sendiri di kafe.
  • Bisa komunikasi menjelaskan gejala sakit ke dokter atau perawat.

Matthew Kenley, President Director English 1, menegaskan kalau mereka sedang meredefinisi cara anak Indonesia belajar bahasa Inggris. Kurikulum ini bahkan udah ngacu ke standar internasional CEFR dan disiapkan untuk ujian Cambridge English: Young Learners (YLE). Pokoknya, tiap unit pelajaran punya target jelas, kayak "Saya bisa memperkenalkan diri" atau "Saya bisa cerita pendek."

Baca juga:Review Menginap di Brits Hotel Legian Bali, Hotel Bintang Empat yang Nyaman

Belajar Rasa Bermain: Seru dan Bikin Kritis!

Sebagai ibu, Tasya merhatiin banget gimana metode ini ngefek ke Arrasya. Menurutnya, belajar di English 1 itu nggak berasa kayak lagi "sekolah" yang tegang.

Metode Interaktif: Anak didorong aktif lewat role playing, sering ngobrol sama guru dan teman, plus pakai alat visual yang eye-catching. Intinya, belajar serasa main!

Mengasah Critical Thinking: Nggak cuma soal ngomong, materi narrative reading di sini juga ngaruh banget. 

"Banyak cerita yang dipelajari, dan itu melatih kemampuan berpikir kritis. Arrasya jadinya makin berani ngomong dan punya skill problem solving juga," tambah Tasya.

Di era now, belajar juga butuh dukungan teknologi dong. English 1 paham banget soal ini dengan meluncurkan Aplikasi High Flyers. Aplikasi ini jadi jembatan pintar yang menghubungkan guru, murid, dan orang tua.

Lewat aplikasi yang bisa di-unduh di Google Play Store dan Apple App Store ini:

  • Guru bisa ngasih tugas secara digital.
  • Papan interaktif di kelas langsung tersinkronisasi sama gadget murid.
  • Orang tua bisa pantau progress anak kapan aja dan dari mana aja secara real-time.

Target English 1 di 2026

Melihat kesuksesan kurikulum ini, English 1 nggak mau setengah-setengah. Sepanjang tahun 2026, mereka menargetkan penerapan penuh High Flyers 4.0 di seluruh cabang di kota-kota besar Indonesia.

Seperti kata Rhea Danaparamita, Marketing Director English 1, "Target kami adalah memastikan setiap orang tua, di mana pun mereka berada, bisa merasakan perbedaan nyata yang dibawa kurikulum ini bagi perkembangan anaknya."

Jadi, buat parents yang masih bingung milih tempat les bahasa Inggris yang proven dan fun buat si kecil, pengalaman Arrasya ini bisa banget jadi referensi. Yuk, dukung anak tampil lebih berani dan siap hadapi dunia!

Anda mungkin suka:Review Hotel Loji Bintang 3 Dekat Stasiun Solo Balapan
0

Posting Komentar