eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Blak-blakan! Sutradara Rudy Aryanto Akui Kisah Remaja Sering Klise, Tapi Ini Alasan Garam Muda Beda dari yang Lain!

Blak-blakan! Sutradara Rudy Aryanto Akui Kisah Remaja Sering Klise, Tapi Ini Alasan Garam Muda Beda dari yang Lain! - Halo, Sobat Kisahfoto! Jujur deh, kalau nonton serial atau drakor remaja, pasti ceritanya nggak jauh-jauh dari bumbu kehidupan sekolah, rebutan ranking, pencarian jati diri, geng-gengan, sampai drama cinta segitiga, kan?

Sutradara kondang Rudy Aryanto juga nggak nutup mata soal pakem ini, Gaes. Beliau sadar banget kalau pola cerita remaja emang sering berulang. Tapi, tantangan terbesarnya bukan nyari cerita yang 100% baru, melainkan gimana cara nyajiin kisah klise itu jadi tontonan yang seger dan fresh buat Gen Z!

Blak-blakan! Sutradara Rudy Aryanto Akui Kisah Remaja Sering Klise, Tapi Ini Alasan Garam Muda Beda dari yang Lain!


Nah, lewat serial Viu Original Garam Muda, sang sutradara sukses nemuin formula rahasia itu. Penasaran apa aja yang bikin serial ini stand out dan wajib banget masuk watchlist kamu? Yuk, kita bedah bareng!

Baca juga:Mengulas Serum Pencerah Wajah Pond's Triple Glow Serum dan Mask

1. Senjata Utama: 'Hipdut' yang Bukan Sekadar Gimmick

"Cerita remaja pada umumnya mungkin kurang lebih serupa dengan judul-judul lainnya. Namun, secara tampilan, kita harus memiliki keunikan. Keunikan itulah yang kami gali bersama-sama dalam Garam Muda," ungkap Rudy Aryanto saat hadir di acara Garam Muda di Senayan, Jakarta.

Keunikan yang dimaksud Rudy adalah Hipdut (Hiphop Dangdut). Genre musik ini bukan cuma dipakai jadi lagu backsound numpang lewat biar kelihatan kekinian, lho! Hipdut bener-bener jadi nyawa di dalam cerita. Musik inilah yang akhirnya mempertemukan Kaizen (Junior Roberts) sama Annet (Aisyah Aqilah), sampai akhirnya melahirkan circle pertemanan K-BAL bareng Lusi (Catheez) dan Bert (Yusuf Alfiansha) buat ngejar mimpi bareng-bareng.

2. Karakternya 'Bhineka Tunggal Ika', Nggak Ada yang Seragam!

Salah satu nilai plus dari Garam Muda adalah cast-nya yang punya background dan energi beda-beda. Kerennya, Rudy nggak maksa mereka buat berakting pakai satu gaya yang seragam.

Junior Roberts dan Aisyah Aqilah jelas udah punya jam terbang tinggi di dunia akting. Tapi, kehadiran Catheez bawa warna beda lewat celetukan spontan dan gaya komedinya yang relate abis sama kehidupan aslinya. Karena ngaku susah ngafalin dialog panjang, Catheez dibebasin buat nge- improve percakapannya biar karakter Lusi makin natural.

Di sisi lain, ada Florian Rutters yang harus nahan ekspresi mati-matian demi meranin sosok Rob si cowok pendiam dan cool, tapi nggak boleh kelihatan sombong. Perbedaan energi dari masing-masing pemain inilah yang bikin geng K-BAL berasa hidup dan real banget!

3. Ngebawa Pesan Deep Anti-Bullying dan Self-Love

Di balik asyiknya musik Hipdut dan bumbu komedi romantisnya, Rudy Aryanto ternyata nyelipin pesan moral yang deep banget soal perundungan (bullying) dan support system dalam pertemanan.

"Nilai positif itu, misalnya, pesan antibullying, bagaimana meningkatkan optimisme, serta bagaimana teman-teman saling menyemangati. Hal itulah yang membuat saya tertarik membuat serial ini," curhat Rudy.

Pesan ini kental banget di karakter Kaizen. Meski sekarang dia ada di kasta tertinggi cowok populer sekolah, Kaizen nyimpen trauma kelam gara-gara pernah di- bully. Lewat pertemuannya sama Annet dan grup K-BAL, Kaizen pelan-pelan diajarin buat nemuin kebebasan berekspresi dan nggak melulu hidup demi validasi orang lain. Deep banget, kan?

Intinya, Garam Muda ini bukan cuma soal joget Hipdut atau rebutan pacar di sekolah. Kolaborasi antara musik yang asyik, visual yang catchy, karakter yang beragam, dan konflik batin yang relate bikin serial ini paket komplit banget!

Gimana, udah siap diajak goyang Hipdut bareng K-BAL? Langsung aja maraton Garam Muda yang tayang eksklusif cuma di aplikasi Viu, ya!

Anda mungkin suka:Review Kayangan Resto dan Cafe Colomadu, Ada Menu Wedangan Loh
0

Posting Komentar