Wirausaha Rokok di Indonesia, Apakah Masih Menjanjikan? Ini Tipsnya! - Halo Pembaca Kisah Foto Blog! Meski sampai saat ini amsih menuai kontroversi, usaha jual rokok emang masih jadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan cuan. Alasannya simpel, peminatnya masih cukup banyak dan p[ermintaannya juga relatif stabil. Apalagi kalau pembaca udah punya toko kelontong sendiri, potensinya bisa lebih maksimal karena sudah punya pasar atau pelanggan.
Nah buat pembaca Kisah Foto Blog yang bingung pengen merintis wirausaha atau jualan, buka warung kelontong dan jual rokok bisa jadi solusinya. Modal awal tidak terlalu besar dan jual sembako dan rokok itu ibarat main di kolam yang nggak pernah kering, selalu ada peminatnya! Tantangannya adalah persaingan yang ketat dan aturan jualan rokok yang cukup ketat. Penasaran? Kisah Foto Blog bakal bedah melalui ulasan kali ini!
Mengenal Jenis Rokok di Indonesia
Bagi pembaca yang pengen terjun ke usaha jual rokok, perlu memahami aneka jeni atau varian rokok. Ini penting lho, soalnya selera pelanggan itu beda-beda. Pembaca harus tahu rokok jenis apa yang dicari pelanggan. Berikut ini jenis rokok dan jenis pelanggannya:
Rokok Kretek (SKT)
Bagi pembaca yang udah nonton film Perempuan Kretek yang diperanin sama si cantik Dian Sastro, tentu nggak asing lagi sama rokok kretek. Ya, rokok kretek adalah rokok tanpa filter yang aromanya kuat dan khas banget.
Biasanya pangsa pasar rokok kretek ini adalah bapak-bapak atau mereka yang suka rasa "mantap" atau bold. Ya nggak menutup kemungkinan juga anak muda ada yang suka rokok jenis ini, tapi nggak banyak.
Rokok Filter (SKM)
Rokok filter ini bisa dikatakan sebagai jenis rokok yang paling besar pangsa pasarnya dan menyasar di hampir semua kalangan. Pendek kata, rokok jenis ini adalah primadona pasar. Isinya tembakau halus dengan bantuan mesin dan dilengkapi filter. Rokok jenis ini dinilai lebih ringan, praktis dan pilihannya banyak banget.
Rokok Elektrik (Vape/Pods)
Rokok elektrik adalah jenis rokok yang saat ini menjadi primadona generasi muda, Gen-Z atau anak muda urban. Rokok jenis ini berupa alat khusus yang dapat diisi liquid dengan berbagai varian rasa. Marginnya lumayan oke dan komunitasnya loyal banget.
Setelah kenal aneka jenis rokok, pembaca yang ingin merintis usaha perlu melihat pasar utama yang akan disasar. Ini penting untuk memilih jenis rokok yang bakal dijual.
Aturan Jual Rokok
Tidak seperti jualan barang atau sembako, jual rokok itu nggak bisa asal pajang banner iklan gede yang mencolok di kios atau di sosial media. Negara memberikan aturan yang lumayan ketat untuk jualan rokok ini. Sebagai penjual, tentu harus mematuhi aturan dan regulasi yang ada agar tidak kena semprit. Beberapa aturan umum yang Kisah Foto Blog himpun:
- Batas usia pembeli: berdasarkan aturan terbaru yang Kisah Foto Blog himpun dari PP No. 28 Tahun 2024, dilarang keras menjual rokok kepada orang di bawah usia 21 tahun dan perempuan hamil.
- Pelabelan dan kemasan: rokok wajib menampilkan peringatan kesehatan bergambar dan teks sesuai ketentuan.
- Pita cukai: pastikan semua stok rokok yang dijual punya pita cukai asli dan peringatan kesehatan bergambar. Oh iya, ingat ya, iklan rokok di platform digital itu sangat dibatasi. Kalau promoso mencolok di akun sosmed, bisa berisiko dibanned lho.
- Larangan iklan: promosi rokok dilarang di banyak platform, terutama digital dan media luar ruang tertentu. Penjual juga tidak boleh memajang iklan yang terlalu mencolok.
Tips Memulai Usaha
Setelah tahu jenis rokok dan aturan penjualannya, kita tinggal tentukan strategi atau tips agar usaha rintisan ini berjalan lancar dan tentunya legal. Berikut tips memulai usaha jualan rokok:
Pilih Distributor Resmi
Hubungi agen atau distributor resmi (seperti agen Sampoerna, Gudang Garam, atau Djarum). Selain harganya lebih miring, keaslian barangnya terjamin. Jangan sampai kita memilih distributor yang tidak jelas dan ternyata produk yang dijual melanggar aturan atau rokok ilegal.
Gunakan Sistem FIFO
Gunakan sistem First In First Out (FIFO) biar kualitas tembakau pada rokok tetap segar. Rokok ini bisa dikatakan pruduk dengan perputaran yang cukup cepat atau fast moving. Jangan sampai stok kosong pas pelanggan lagi butuh.
Kejar Volume Penjualan
Harus diakui bahwa margin keuntungan jual rokok itu nggak terlalu besar. Perlu jual volume besar agar cuan berasa.
Penataan yang Rapi
Penataan yang rapi akan menarik pelanggan, serta memudahkan penjual untuk mencari produk rokok yang diminati pelanggan. Susun rokok berdasarkan brand atau jenis (misal: kategori mild dikelompokkan sendiri). Etalase yang bersih dan terang bikin pembeli lebih gampang milih tanpa harus banyak tanya.
Berikan Pelayanan Prima
Pelayanan yang ramah, cepat, dan tidak bertele-tele akan membuat pelanggan senang dan menghemat waktu. Sediakan juga opsi pembayaran yang lengkap, mulai dari tunai dan non tunai (QRIS atau e-wallet).
Menjalani bisnis jual rokok memang butuh ketelitian, apalagi soal regulasi dan perputaran modal. Tapi kalau kamu konsisten dan bisa menjaga hubungan baik dengan pelanggan, bisnis ini bisa jadi sumber penghasilan yang stabil banget menurut Kisah Foto Blog.
Setelah membangun usaha kios sembako dan jual rokok yang rapi dan tertata, jangan lupa luangkan waktu untuk kebutuhan kontenmu. Kalian bisa coba pengalaman foto yang praktis dan estetik di self photo studio Jakarta untuk mempercantik materi promosi atau dokumentasi bisnismu.
Anda mungkin suka:Menikmati Sate Sapi Suruh Salatiga, Lezat dan Bikin Kangen




Posting Komentar