eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Gagal ke Tumpeng Menoreh Gara-Gara Google Maps!

Gagal ke Tumpeng Menoreh Gara-Gara Google Maps - Sekitar awal September, istri lihat postingan orang tentang Tumpeng Menoreh ini di Instagram dan langsung kesengsem pengen ke sana. Berhubung ledakan kasus markopit sudah berakhir dan PPKM sudah turun levelnya, Kisah Foto Blog memutuskan untuk mengunjungi Tumpeng Menoreh.😁 Kisah Foto Blog udah tau tempat wisata ini sebenernya dari vlog-nya Mas Anggara. Namun ternyata, Kisah Foto Blog harus menelan pil pahit karena gagal mencapai Tumpeng Menoreh gara-gara Google Maps! Ya sebenarnya nggak 100% salah Google Maps sih hehehe... 

Jadi kegagalan itu berawal dari Kisah Foto Blog ngecek jalur yang musti dilalui menuju Tumpeng Menoreh ini. Berdasarkan petunjuk Mbah Google Maps, Kisah Foto Blog diarahkan ke jalur Boyolali - Selo - Mendut/Borobudur - Kebun Teh Nglinggo - Tumpeng Menoreh. Jaraknya sih nggak terlalu jauh sih, cuma 70 km doang, 1,5 jam nyampe lah ya pakai Aerox 155. πŸ˜ŽπŸ‘ *sok kepedean

Gagal ke Tumpeng Menoreh Gara-Gara Google Maps!


Hari yang sudah Kisah Foto Blog jadwalkan tiba, kami pun bangun pagi (biasanya bangunnya siang banget 😜) dan bersiap untuk perjalanan menuju Tumpeng Menoreh. Sebelum berangkat, sempatin dulu cek kondisi motor. Semuanya dalam kondisi oke, kecuali ban depan agak alus. Kayaknya sih nggak papa deh alus begini, toh jarak tempuhnya nggak sejauh kalau main ke pantai Gunung Kidul. *jangan ditiru πŸ˜…

Baca juga:Candi Ratu Boko, Istana Megah di Masa Lalu


Cuaca saat itu cerah dan perjalanan berlangsung lancar dan gembira hehehe... Kisah Foto Blog sempat beristirahat di deket obyek wisata Candi Borobudur sambil beli cemilan dan minuman. Dari kejauhan sudah terlihat pemandangan indah pegunungan Menoreh yang menawan! Duh, ;makin gak sabar nih pengen segera sampai hehehe... Setelah melewati Balkondes Ngadiharjo, jalan mulai menyempit dan berliku. Wah perasaan Kisah Foto Blog mulai nggak enak ini... πŸ€”



Masuk wilayah Giripurno, jalanan ternyata memang sempit dan berliku-liku khas jalur pegunungan. Jalannya bagus dan alus sih, tapi tikungannya maut dan tanjakannya mulai nggak berperasaan wkwkw... 🀣 Untung Aerox 155cc masih cukup perkasa melibas medan sulit tersebut. Berhubung sinyal ilang, Kisah Foto Blog bertanya pada warga sekitar tentang rute ke Tumpeng Menoreh. Warga menyarankan untuk sewa ojek saja di pasar Gayam, karena jalan yang akan dilalui nantinya ekstrem banget. Udah banyak pengendara matic jadi korban keganasan jalan tersebut. 🀯

Kisah Foto Blog dan istri malah penasaran dan nekat tanpa nyewa ojek. Pas sampai pasar Gayam, tukang ojeknya juga nggak ada hehehe... Sampai di sebuah pertigaan, ada petunjuk arah menuju Tumpeng Menoreh ini, tapi sekaligus ada peringatan yang intinya jalur yang akan dilalui ini penuh tanjakan ekstrem dan motor nggak boleh lewat situ. Jalur itu khusus untuk motor trail dan mobil jeep saja. Kisah Foto Blog sebenarnya ragu, tapi berhubung istri udah ngebet banget ya... Terpaksa harus dilibas! πŸ˜ŽπŸ‘

Baca juga:Pantai Watu Kodok, Keindahan dan Kesunyian Laut Selatan…

Motor Mulai Loyo

Dengan gagah berani, kami melibas tanjakan yang memang ekstrem dan tikungan berliku. Tenaga Aerox 155cc memang masih cukup perkasa, tapi kanvas rem kayaknya udah panas dan mulai tercium bau gak enak. πŸ€” Karena ragu, Kisah Foto Blog berhenti di tanjakan sekaligus tikungan yang lumayan ekstrem. Kisah Foto Blog langsung cek kondisi motor, ternyata kanvas rem udah panas banget dan berpotensi ngeblong kalau nanti melewati jalur turunan. 



Nggak cuma itu, bagian belakang motor sekitar area vbelt berasa bau agak gosong gitu. Wah Kisah Foto Blog langsung keinget omongan bapak-bapak warga yang tadi kalau udah banyak motor matic yang jadi korban. πŸ˜… Walau mesinnya 155cc, Aerox tetaplah matic yang nggak dirancang untuk melibas tanjakan sepanjang ini dan ditambah jalur yang berkelok-kelok. Habis tenaganya dan mesin jadi panas. Ini berpotensi bikin part sekitar vbelt sama kopling kebakar dan kalau terjadi, makin berabe lagi. Ini diperparah dengan ban depan yang tipis sampai kelihatan jahitan putihnya wkwkw...

Istri sih tetep kekeuh lanjutin perjalanan ke Tumpeng Menoreh, karena jaraknya berdasarkan Google Maps cuma tingga 5km lagi. Akhirnya kami diselimuti keraguan... Lanjut apa nggak ya? Kisah Foto Blog memutuskan untuk menelepon Mas Anggara untuk menanyakan jalur menuju Tumpeng Menoreh. Mas Anggara juga kaget ternnyata setelah tahu Kisah Foto Blog lewat jalur Borobudur yang esktrem itu wkwkw...

Kisah Foto Blog disarankan untuk putar balik dari Mendut/Borobudur ke arah Dekso. Sampai di perempatan Dekso, langsung ambil jalur menuju Kebun Teh Samigaluh. Nah yang jadi masalah adalah, bagaimana Kisah Foto Blog melalui jalur turunan ekstrem Giripurno ini dengan selamat? Kavas rem depan belakang udah panas banget dan berpotensi ngeblong. Udah gutu jalur yang dilewati sempit, berkelok-kelok, dan deket jurang lagi... Kalau kecebur jurang, bisa langsung ke alam lain tar... 😭

Akhirnya Gagal dan Pulang

Jangan ikuti jalur sesat ini, kecuali kalian pakai motor trail!

Akhirnya Kisah Foto Blog berdiskusi dengan istri mengenai kondisi motor dan jalur yang bakal dilewati. Jaraknya memang tinggal 5km lagi, tapi kalau tanjakannya makin gila dan motor jebol, kan tetep nggak nyampai ke Tumpeng Menoreh? πŸ˜… Yang ada malah tombok duit buat benerin motor wkwkw... 

Kisah Foto Blog dan istri sepakat untuk putar balik dan menuju ke arah Borobudur. Selama melalui jalur turunan ekstrem di Giripurno, istri nggak henti-hentinya berdoa dan istrighfar biar nggak ngeblong wkwkwk... Jujur saja, Kisah Foto Blog juga takut banget karena rem depan belakang udah berasa keras dan ketika ditekan sekuat tenaga, udah nggak pakem. πŸ˜… Wah bentar lagi ngeblong ini! Kisah Foto Blog udah punya planing bakal nabrakin ke pagar atau tembok warga kalau semisal nanti ngeblong, jangan sampai masuk jurang wkwkw... 🀣

Masjid tempat kami beristirahat


Alhamdulilah, kami sampai di akhir jalur turunan yang berkelok dengan selamat. Kami bersitirahat di sebuah menimarket dekat Candi Borobudur untuk sekadar minum dan melepas ketegangan. Sumpah, perjalanan tadi itu bikin energi terkuras karena sepanjang jalan berasa spot jantung wkwkwk... Kemudian kami mencari mushola dan istirahat di sana cukup lama.

Berhubung kondisi ban depan sudah alus banget dan kanvas rem depan juga sudah habis, Kisah Foto Blog memutuskan untuk mengurungkan niat ke Tumpeng Menoreh dan pulang. Google Maps-nya bener sih sebenarnya, cuma jalur tersebut bukan buat semua orang, apalagi pengendara matic wkwkw... Bukan berarti kami menyerah lho ya. Pulang dulu servis motor. Minggu depan coba lagi ke tumpeng menoreh lewat jalur yang benar hehehe... Dan ulasan tentang Tumpeng Menoreh bisa kalian baca di Sini😁

Anda mungkin suka:Menikmati Keindahan Pantai Pandansari dari Mercusuar
2 komentar

2 komentar

  • Laptophia
    Laptophia
    November 22, 2021 10:30 AM
    Wedyan, pakai matic nekat lewat wwkwkwkw
    • Laptophia
      Ditya Pandu
      November 23, 2021 5:26 PM
      Gasss nekat... Tapi akhirnya gagal wkwkw
    Reply