Kenalan sama HIPEC, Teknologi Kanker Canggih yang Bikin Pasien Gak Perlu Lagi ke Luar Negeri - Kabar gembira buat dunia medis Indonesia! Sekarang, buat mendapatkan pengobatan kanker perut yang canggih, kamu gak perlu lagi repot-repot pesan tiket pesawat ke luar negeri. Primaya Hospital Kelapa Gading baru saja meresmikan layanan HIPEC (Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy) yang dikombinasikan dengan CRS (Cytoreductive Surgery).
Teknologi ini hadir sebagai solusi "sat-set" buat pasien kanker yang sudah menyebar ke rongga perut (peritoneal carcinomatosis). Kabarnya, terapi ini bisa meningkatkan harapan hidup pasien hingga dua kali lipat dibanding pengobatan konvensional, lho!
Tahu nggak sih, gaes? Menurut data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), ada lebih dari 408.000 kasus kanker baru di Indonesia tiap tahunnya. Jenis kanker seperti kanker usus besar (kolorektal), lambung, dan ovarium punya risiko tinggi menyebar ke rongga perut. Selama ini, kalau sudah stadium lanjut, pilihannya seringkali terbatas. Tapi sekarang, ceritanya beda berkat adanya HIPEC.
Baca juga:Pengalaman Pertama Dirawat di Rumah Sakit Karena Gerd dengan BPJS
Apa Sih Itu CRS & HIPEC?
Bayangkan rongga perut kamu sedang "dibersihkan" secara menyeluruh dari sel kanker. Pendekatannya dilakukan lewat dua tahap:
- CRS (Cytoreductive Surgery): Dokter bakal mengangkat tumor yang terlihat secara maksimal.
- HIPEC: Nah, ini intinya. Rongga perut bakal "dicuci" pakai cairan kemoterapi bersuhu tinggi (panas).
Kenapa harus panas? Suhu tinggi ini membantu obat kemoterapi meresap lebih dalam dan menghancurkan sel kanker mikroskopis yang nggak kelihatan mata tapi sering bikin kanker kambuh lagi.
Kenapa Harus HIPEC di Primaya Hospital Kelapa Gading?
Ada beberapa alasan kenapa layanan ini jadi game changer buat pasien kanker di tanah air:
- Survival Rate Meningkat: Berbagai studi menunjukkan kombinasi ini bisa meningkatkan median survival pasien hingga hampir dua kali lipat.
- Targeted Therapy: Karena obat langsung dimasukkan ke rongga perut, konsentrasinya jadi lebih tinggi di area target tanpa merusak organ lain secara berlebihan.
- Gak Perlu ke Luar Negeri: Fasilitasnya sudah berstandar internasional, jadi lebih efisien secara biaya dan waktu buat pasien dan keluarga.
Menurut dr. Kartiwa Hadi, Sp.OG, Subsp. Onk, metode ini bersifat definitif. "Bukan cuma angkat tumor yang kelihatan, tapi juga target sel mikroskopis penyebab kekambuhan," jelasnya.
Senada dengan itu, dr. Fajar Firsyada, Sp.B, Subsp.BD(K) menekankan kalau kunci keberhasilannya ada pada seleksi pasien yang tepat dan tindakan bedah yang optimal. Jadi, pasien benar-benar dipantau secara personal.
Pendekatan Tim Multidisiplin
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, menegaskan kalau HIPEC ini bukan sekadar alat canggih, tapi hasil kerja bareng tim dokter spesialis—mulai dari bedah, onkologi, anestesi, sampai ahli gizi. Semuanya kolaborasi biar pasien dapat hasil terbaik.
Kehadiran layanan ini di Jakarta membuktikan kalau kualitas tenaga medis dan teknologi kita sudah siap bersaing secara global. Jadi, buat para pejuang kanker dan keluarga, sekarang ada harapan baru yang lebih dekat dan terintegrasi.
Anda mungkin suka:Pengalaman Operasi FAM (Fibroadenoma Mammae) dengan BPJS di Rumah Sakit Indriati Boyolali




Posting Komentar