eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Bikin Glowing Parah! Kenalan Sama Badabida, Lulur Ketan Hitam Rahasia Cantik Leluhur Cewek Kaili

Bikin Glowing Parah! Kenalan Sama Badabida, Lulur Ketan Hitam Rahasia Cantik Leluhur Cewek Kaili - Halo, Sobat Kisahfoto! Kalau ngomongin rutinitas body care, pasti yang ada di pikiran kamu langsung lulur kemasan pabrik atau perawatan klinik mahal, kan? Padahal eits, jauh sebelum skincare modern menjamur, cewek-cewek suku Kaili di Sulawesi Tengah udah punya hacks kecantikan alami andalan menjelang hari pernikahan, lho!

Senjata rahasia mereka adalah ketan hitam yang disulap jadi lulur. Namanya Badabida. Penasaran gimana cerita lulur tradisional ini bisa naik kelas jadi body care kekinian? Yuk, kita spill!

Bikin Glowing Parah! Kenalan Sama Badabida, Lulur Ketan Hitam Rahasia Cantik Leluhur Cewek Kaili


Tradisi Nombungu: Glowing Alami Sebelum Sah!

Sejak zaman dulu, perempuan Kaili punya ritual wajib pra-nikah yang disebut nombungu. Di momen ini, wajah dan tubuh calon pengantin bakal dirawat habis-habisan pakai bahan alami, salah satunya ya masker atau lulur ketan hitam (badabida) ini.

"Dulu badabida dipakai calon pengantin. Wajahnya ditutup dengan lulur dari ketan hitam. Itu tradisi lama perempuan Kaili," cerita Nelam Ayu Kusuma, founder Nelamayu Tradisional di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kalau dulu bentuknya cuma bedak atau masker sederhana yang agak ribet, di tangan Nelam, badabida disulap jadi body scrub yang praktis banget buat dipakai sama cewek-cewek zaman now. Tapi, Nelam nggak mau produk ini cuma numpang viral. Dia pengen setiap orang yang pakai badabida juga tahu cerita berharga soal tradisi perempuan Kaili di baliknya.

Baca juga:Review My AXIS-Y Self Care Set Limited Edition

Berawal dari Resep Rahasia Nenek Zaman Jepang

Nggak cuma badabida, Nelam juga ngelestariin satu lagi ramuan legend keluarganya: Bada Kumba. Ini tuh semacam bedak dingin dari beras yang dicampur rempah-rempah kayak daun basakaling (kodombuku), kunyit kayu, dan kencur.

Usut punya usut, resep bada kumba ini warisan langsung dari neneknya Nelam yang dulu berprofesi sebagai perawat herbal di kampung pas zaman penjajahan Jepang! Waktu obat-obatan susah dicari, sang nenek ngeracik bedak ini buat ngerawat kulit bayi dan anak-anak. Keren banget, kan?

Dari resep keluarga inilah, brand Nelamayu Tradisional lahir di tahun 2018. Awalnya sih target pasarnya cuma buat calon pengantin lokal, tapi lama-lama produknya mulai diincar sama beauty enthusiast yang suka banget sama skincare organik dan tradisi kecantikan Nusantara.

Inkubasi Bisnis: Bawa Tradisi Naik Kelas ke Pasar Modern

Buat bawa resep tradisional ke pasar modern jelas nggak cukup modal packaging estetik doang. Nelam juga harus mikirin soal izin, kebersihan, keamanan produk, sampai klaim manfaatnya.

Titik terangnya muncul di tahun 2023 waktu Nelamayu Tradisional ikutan program inkubasi Gampiri Interaksi Lestari. Selama enam bulan penuh, Nelam digembleng soal pengembangan produk, marketing, sampai urusan legalitas biar produknya bisa bersaing di pasaran tanpa ngilangin akar budayanya.

"Pendampingan kami fokus pada hilirisasi berbasis alam. Kami ingin produk seperti Nelamayu Tradisional dapat tumbuh secara ekonomi tanpa kehilangan nilai budaya dan lingkungannya," jelas Nedya Sinintha Maulaning, perwakilan dari Gampiri Interaksi Lestari. Hasilnya? Badabida kini resmi naik level sesuai standar kosmetik modern!

Ramah Lingkungan dan Berdayakan Petani Lokal

Yang bikin salute, proses produksi badabida ini bener-bener nerapin prinsip zero waste alias tanpa limbah! Ketan hitamnya diborong langsung dari petani lokal di Dolo Barat, Kabupaten Sigi (sekali beli bisa sampai 25 kg!).

Sisa dedak dari penggilingan nggak dibuang, tapi disumbangin buat pakan ternak. Abu sisa sangrainya? Dipakai lagi buat abu gosok rumah tangga. Ini yang namanya ekonomi sirkular alias ekonomi restoratif, Bestie! Semuanya muter dan nggak ada yang terbuang sia-sia.

Langkah super kece ini juga sejalan sama visi Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang terus ngedukung ekosistem ekonomi lokal yang mandiri dan ramah lingkungan.

Gimana, Sobat Kisahfoto? Cerita di balik badabida ini inspiring banget, kan? Dari sekadar resep nenek di kampung, kini lulur ketan hitam suku Kaili siap bikin kamu makin glowing luar dalam! Ada yang penasaran pengen cobain body scrub rasa kearifan lokal ini? 

Anda mungkin suka:Review Skintific Mugwort Anti Pores & Acne Clay Mask
Posting Komentar

Posting Komentar