Curug Cipanji, Air Terjun Tersembunyi Di Selatan Bandung

Curug Cipanji, Air Terjun Tersembunyi Di Selatan Bandung - Wisata alam di Bandung memang tidak ada pernah ada habisnya. Selain Situ Patenggang, Gunung Tangkuban Perahu, hutan pinus Cikole, hingga titik 0 km Citarum, masih ada banyak lagi tempat-tempat menarik di Bandung yang masih jarang diketahui wisatawan karena letaknya yang tersembunyi.

Seperti Curug Cipanji salah satunya. Air terjun yang letaknya ada di desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung ini adalah salah satu dari sekian curug yang bisa dijumpai di kaki gunung Cipanji. Curug Cipanji pun sering dijuluki sebagai air terjun bertingkat oleh segelintir orang yang pernah datang ke sana. Ini karena ada sekitar 3 air terjun dengan tinggi yang berbeda-beda.


Ilustrasi air terjun: pixabay.com

Namun untuk bisa mencapai curug Cipanji dibutuhkan tenaga yang tidak sedikit karena jaraknya cukup jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Bandung dengan kawasan wisata Ciwidey.

Kamu harus pergi terlebih dahulu ke desa Pasir Jambu yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Sesampainya di desa Pasir Jambu, kamu harus melewati pemukiman warga yang cukup sempit jika dilalui dengan kendaraan roda empat.

Saat pertama kali memasuki daerah Pasir Jambu, kondisi jalan masih tergolong baik meskipun sedikit menanjak. Tapi semakin dekat dengan Curug Cipanji, jalanan pun mulau sulit dilalui dengan mobil yang kecil karena dipenuhi bebatuan. Meskipun kondisi jalannya cukup buruk, kamu tidak akan merasa lelah karena hamparan kebun teh sudah mulai menyapa di sekelilingmu.

Tapi kendaraan yang kamu pakai tidak akan bisa kamu gunakan sampai di tepi Curug Cipanji. Kamu harus menitipkan kendaraanmu di rumah atau warung penduduk di dekat ujung jalur yang bisa dilalui kendaraan. Meskipun begitu, kamu tidak perlu khawatir kehilangan kendaraan kesayangan karena para warga yang kamu percayai akan menjaganya dengan baik. Kamu hanya perlu memberikan mereka imbalan seikhlasnya. Kalau kamu menitipkan kendaraan di rumah warga, kamu bisa minta kesediaan mereka untuk membuatkan masakan dengan memberi mereka uang untuk membeli bahan baku dan upah. Jika mereka bersedia, makanan tersebut pun akan menjadi hidangan yang mengagumkan setelah kamu kembali dari curug.

Setelah menitipkan kendaraan dan berbincang sedikit dengan warga, perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Hamparan kebun teh yang luas dan berbukit akan mengantar perjalananmu menuju curug Cipanji. Saat berada di tengah perkebunan teh, lebih baik kamu tidak berjalan terburu-buru. Nikmatilah pemandangannya yang indah sambil berfoto-foto.

Setelah 15 menit berjalan, kamu akan memasuki hutan dan beberapa perkebunan warga. Sela berjalan di area ini, kamu masih bisa melihat kendaraan bermotor yang dimodifikasi agar bisa menempuh jalur yang sulit. Kendaraan ini biasanya digunakan warga untuk membawa hasil kebun.

Di tengah hutan ini pun ada sebuah warung kecil yang bisa kamu jadikan tempat peristirahatan. Di sana, kamu bisa memesan semangkuk mie instan dan segelas teh manis untuk menambah energi. Namun jam operasional warung ini sangat tidak pasti. Jadi lebih baik kamu membawa bekal sendiri sebagai antisipasi, karena selanjutnya kamu tidak akan menemukan warung lainnya.

Rintangan yang susungguhnya baru akan kamu rasakan setelah melewati perkebunan ini. Kamu harus menyusuri sungai yang dihimpit hutan lebat. Tak tangung-tanggung, kamu akan dipaksa  menyebrangi sungai yang dalamnya mencapai lutut orang dewasa dan menaiki bebatuan yang licin. Untuk itu, alas kaki yang digunakan untuk pergi ke Curug Cipanji haruslah sandal atau sepatu yang menunjang kegiatan tracking. Namun kamu tidak perlu cemas, selain karena airnya bersih, arusnya pun cukup tenang. Kecuali jika sedang terjadi hujan lebat.

Sebelum sampai ke air terjun utama, kamu akan melewati air terjun yang menyerupai perosotan Sempatkanlah bermain air di sini. Namun karena perosotan ini terbentuk secara alami, maka kamu harus ekstra berhati-hati agar kepalamu tidak terbentur batu yang keras.

5 sampai 10 menit berselang, kamu pun akan bertemu dengan curug Cipanji yang menawan. Kondisi air di curug ini sangatlah bersih, jernih, dan jauh dari limbah apapun karena mengalir langsung dekat sumbernya. Suhunya pun sangat dingin, sehingga bisa menyegarkan pikiran yang sudah penat dengan hingar bingar perkotaan.

Di curug ini pun tidak ada bangunan sama sekali. Kita hanya akan menemukan hutan rindang yang asri. Suasana di curug ini pun semakin menentramkan karena adanya suaca gemercik air yang bersahut dengan kicauan burung dan hewan-hewan kecil lainnya.

Setelah puas bermain air di Curug Cipanji, kembalilah ke rumah warga tempat kamu menitipkan kendaraan bermotor. Setelah itu, nikmatilah hidangan yang disediakan warga yang  rumahnya dijadikan tempat menitipkan kendaraan.

Curug Cipanji hanyalah sebagian kecil dari spot menarik yang tersembunyi di Bandung. Di balik hutan dan pegunungan di Bandung, masih banyak tempat-tempat lain yang masih jarang tersentuh wisatawan.

Jadi, ayo pesan tiket murah promo ke liburan ke Bandung dan kunjungilah berbagai tempat-tempat menarik yang tersaji secara alami di sini. Di Bandung pun ada berbagai penginapan dengan konsep unik yang bisa kamu pesan dengan harga yang terjangkau. Apalagi kalau kamu memesan hotel murah di Bandung di Reservasi.com, kamu bisa mendapatkan kamar hotel dengan penawaran harga terbaik.


Artikel Kisah Foto Lainnya :

0 comments:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Kisah Foto | a Tuxlin Blog Networks | Partner Laptophia Blog