Kereta Uap aka Sepur Klutuk Jaladara Solo

DSC_0381
Pada suatu hari (dah kayak dongeng anak-anak Smile with tongue out) saya dan keluarga rekreasi dengan mengunjungi BTC (Beteng Trade Center) yang berlokasi di kota Solo. Pada waktu itu, ibu dan adek saya masuk ke BTC, sedangkan saya dan bapak lebih memilih menunggu diparkiran dan kemudian menuju Galabo atau Gladag Langen Bogan untuk sekadar mencari udara segar… Tak lama kemudian terdengar suara kereta uap tau yang sering disebut dengan sepur klutuk dalam bahasa Jawa. Ternyata kereta uap atau sepur klutuk Jaladara kebanggaan kota Solo datang dari arah barat menuju ke Timur dan melewati rel yang ada du depan BTC…. Berikut ini jepretan saya…
DSC_0379
Dari jarak yang cukup jauh saja sudah terdengar suaranya yang khas… Meski sudah cukup tua, kereta api Jaladara Solo ini masih cukup perkasa menarik dua gerbong yang penuh penumpang Smile.
DSC_0380
Kereta Jaladara dengan lokomotif seri C1218 buatan Jerman tahun 1896 ini masih cukup perkasa menarik dua gerbong yang sarat penumpang. Tentu saja kecepatan kereta api atau sepur klutuk Jaladara ini tak bisa dibandingkan dengan kereta api listrik atau kereta diesel Smile with tongue out.
DSC_0382
Berapa sih tarif naik kereta uap Jaladara ini? Berdasarkan informasi yang berhasil saya kumpulkan, tarif kereta api uap atau sepur klutuk Jaladaraa kebanggaan kota Solo ini tak terlalu mahal, berikut ini kutipannya:
Sepur Kluthuk Jaladara, rencananya akan beroperasi 2 kali dalam semingu yaitu setiap hari sabtu dan minggu dengan rute Stasiun Puwosari sampai Stasiun Kota Sangkrah yang berjarak kurang lebih 5.6 kilometer. Rute ini melewati Jalan Slamet Riyadi, jalan utama kota Solo dan  rencananya akan singgah beberapa saat di beberapa tempat perhentian dalam satu trip pulang pergi, diantaranya adalah Kampung Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Keraton, Gladak, dan lain-lain.
Sepur Kluthuk Jaladara dapat membawa maksimal 80 penumpang dengan biaya Rp 3.250.000,00. Biaya ini dipergunakan untuk membiayai bahan bakar berupa lima meter kubik kayu jati dan 3 masinis serta 3 asisten masinis yang menyalakan kereta tersebut. Untuk menikmati fasilitas paket layanan ini, tarif satu kali perjalanan pulang pergi biaya yang dikenakan Rp 360.000,00 per orang (paket 25 penumpang), Rp 290.000,00 (paket 35 orang penumpang), dan Rp 150.000,00 (paket 80 orang penumpang). (Sumber)
DSC_0383
Saya sendiri sampai saat ini belum pernah sekalipun mencoba naik kereta apai uap Jaladara ini. Penasaran juga sih, sayangnya tarifnya model paket, sehingga harus rombongan, hehehehe… Laughing out loud. Tentu saja naik kereta uap atau sepur klutuk Jaladara ini akan menimbulkan sensasi tersendiri, seakan-akan terlempar kembali ke zaman Hindia Belanda Smile with tongue out.
DSC_0384
Dan sang kereta api ual Jaladara itupun berlalu… Semoga saja saya mendapat kesempatan untuk naik kereta uap Jaladara di kemudian hari untuk mengobati rasa penasaran dan ingin merasakan sensasinya, hehehehe… Smile

Artikel Kisah Foto Lainnya :

9 comments:

  1. Itu relnya ada di jalan raya gitu ya, Mas?

    Wah, pasti asyik banget naik kereta api antik itu... Bahan bakarnya masih dari kayu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di pinggir jalan raya kota Solo, hehehehehe... betul, masih pake kayu... suaranya juga khas banget, sayangnya saya lum pernah naik :D

      Hapus
  2. jadi jatuhnya berapa per orang?

    keretanya masaih bisa jadi alat transport alternatif tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung paket yang dipilih masbro, kalo pilih paket 80 orang, per orangnya kena 150 ribu :)

      Kereta antik ini lumayan mampu menarik wisatawan, hehehe

      Hapus
  3. Zaman sekarang transportasi seperti masih ada saja ya mas sepertinya ini perlu ditingkatkan atau dilestarikan biar bisa menjadi transportasi alternatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sih bukan untuk transportasi alternatif mas, tapi cuma untuk menarik wisatawan :)

      Hapus
  4. wah ternyata masih ada ya mas kereta uap itu, saya kira udah masuk museum semua hehehe :D
    sekarang ini memang sudah sangat langka. Lumayan dapat kenang-kenangan dari belanda ya mas hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, hehehehe tapi saya lum pernah nyoba naik kereta uap itu sih, hehehehe :D

      Hapus
  5. Siang mas ditya, keretanya sampai sekarang masih bisa di naiki/gak ? dan kalau booking ada no telefon yang bisa di hubungi/ tidak. terimakasih.

    BalasHapus

Copyright © 2015 Kisah Foto | a Tuxlin Blog Networks | Partner Laptophia Blog